Game-Translator
Intelligence Report

Bridge Across the Straits: Haziq Faruqi and the Future of Malay Localization

31 Dec 2025 4 min read

Kolaborasi Antarnegara yang Sangat Membanggakan: Malaysia-Indonesia Bersatu!

Aku mau pengumuman hal yang bener-bener bikin aku seneng bukan kepalang! Sumpah, akhirnya penantian panjangku berakhir karena ada kawan dari negeri jiran, mas Haziq Faruqi, yang mau turun tangan langsung buat bantu ngurusin lokalisasi Bahasa Melayu di proyek-proyek kita. Kalian kudu tahu ya, Haziq ini bukan orang sembarangan atau translator amatiran yang modal Google Translate doang. Dia ini adalah sosok hebat yang ngerjain proyek translasi manual buat game super berat sekelas Civilization VI! Kebayang nggak tuh berapa puluh ribu baris teks sejarah, taktik perang, dan narasi panjang yang dia lahap secara telaten demi ngejaga kualitas? Jujur aja nih, aku ngerasa selama ini translasi Melayu versiku masih rada 'subjektif' dan cuma modal perasaan doang yang kecampur-campur logat lokal Indonesia.

Beda Kultur, Beda Selera, Tapi Tetap Satu Rumpun

Aku pernah bilang kan dulu dalam diskusi sebelumnya, kalau menurut kacamata aku 'cantik' itu mungkin kayak artis Chelsea Islan, tapi bagi selera kawan-kawan di Malaysia mungkin tipenya lebih kayak Siti Nurhaliza. Hal yang serupa juga terjadi secara mendalam di dunia bahasa. Bahasa slang atau istilah 'Jaksel' yang kita anggep keren, atau makian khas Surabaya kayak 'Jancok' yang emosinya dapet banget di sini, tapi pas masuk ke telinga atau monitor kawan-kawan di Malaysia? Ya bakal berasa krik-krik alias aneh banget. Di komunitas modding sebesar Nexus Mods sendiri, permintaannya itu macem-macem: ada yang minta bahasa Melayu tradisional yang sangat baku (formal), ada juga yang mau gaya bahasa pasar biar santai kayak lagi ngobrol di kedai kopi. Daripada aku bingung sendiri kayak orang nyari alamat palsu, mending urusan krusial ini aku serahin ke ahlinya langsung!

"Kolaborasi dengan penutur asli atau native speaker itu adalah kunci utama. Kita mau game ini bisa dinikmati tanpa rasa kaku atau 'cringe' dari kedua belah pihak."

Latihan Gaya Penulisan di Pipeline AI Milik Kita

Rencananya, untuk progres kedepannya, setiap translasi Malaysia bakal bener-bener berkiblat penuh sama gaya tulisan khas mas Haziq. Kenapa aku yakin banget? Karena model LLM yang aku kembangin sudah mulai aku 'cekokin' (train) pelan-pelan pakai dataset gaya dia yang super rapi itu. Jadi walaupun nanti proses awalnya tetep ngelewatin mesin AI biar cepet, tapi 'jiwa' dan 'nyawa' dari translasi yang keluar bakal tetep serasa diketik langsung secara manual sama mas Haziq Faruqi. Ini adalah cara cerdas kita buat ngurangin subjektivitas pribadiku yang orang Indonesia tulen dan buat dapetin nuansa lokal Malaysia yang paling asli (authentic). Jadi nggak ada lagi tuh istilah salah terjemah konteks atau rasa bahasa yang nanggung antara budaya Indonesia dan Malaysia.

Sangat Menghargai Variasi Dialek yang Kaya

Perlu kalian sadari, Bahasa Melayu itu kaya banget variasinya, sama kayak kita. Dari yang sangat tradisional dan sastra banget sampai ke level 'bahasa pasar' yang dipake sehari-hari buat jajan gorengan. Dengan adanya bantuan full dari Haziq, kita bisa mastiin kalau setiap baris dialog—baik yang nuansanya formal antar kerajaan maupun yang nyeleneh pas lagi di pinggir jalan—bakal pas banget di kuping pemain Malaysia. Ini bener-bener bukan cuma soal mindahin kata dari kamus, tapi soal memindahkan perasaan dan budaya. Cek aja YouTube atau karya-karya beliau kalau kalian mau liat gimana gila dedikasinya ke dunia translasi game. Kita gaskeun terus pokoknya, persaudaraan serumpun makin mantap lewat game!

Released Archive

Austronesian Showcase

Location
Image
Video