Game-Translator
Intelligence Report

The Colossus of RPGs: Realizing the Massive Scale of Persona 5 Royal

11 Mar 2026 4 min read

Lelucon yang Namanya 'Estimasi Ukuran Game'

Halo halo sobat gamer semuanya! Ada satu pelajaran berharga buat kalian: jangan pernah sombong ngeremehin ukuran skrip sebuah RPG buatan Atlus. Awalnya, pas proyek ini baru dimulai, aku dengan pedenya berasumsi kalau jumlah narasi game ini cuma bakal selisih dikit lah dibanding judul pendahulunya, Persona 3 Reload (P3R). 'Ah, paling gedenya nggak jauh-jauh amat lah, beda tipis doang,' pikirku waktu itu sambil nyeruput kopi susu santai di teras. Eh, begitu aku masuk ke dalam 'ruang mesin' gamenya, buka jerohan datanya, dan aku bedah baris per baris... ALAMAK TIDAOOK! Ternyata perkiraanku salah total, bahkan mungkin memalukan kalau diingat-ingat lagi.

Bayangkan saja gaes, narasi di dalam Persona 5 Royal itu ternyata berukuran sekitar 2 sampai 3 kali lipat lebih besar secara volume naratifnya kalau dibandingin sama P3R! Gila nggak tuh? Padahal P3R sendiri sudah terkenal punya skrip yang lumayan panjang buat dibaca. Skalanya ini bener-bener gila dan luar biasa luasnya. Kalau mau jujur-jujuran nih, gedenya jumlah kata di game ini sudah sangat layak untuk disandingkan (head-to-head) sama raksasa game open world populer sekelas The Witcher 3: Wild Hunt. Bedanya adalah, mainin file teks di P5R itu tantangannya jauh lebih maut secara teknikal buat modder. Struktur tag-nya yang ribetnya minta ampun bikin kepala puyeng, ditambah sistem repacking (pembungkusan file) miliknya yang kalau kalian nyoba pasti bakal bikin pengen garuk-garuk aspal saking gemesnya wkwk.

Eksperimen Konsistensi Gaya Memakai Sihir LoRA

Meskipun sekarang aku lagi dalam kondisi yang lumayan kewalahan (overwhelmed), aku nggak mau dong asal-asalan main hantam saja nerjemahin narasinya yang sakral ini. Demi menjaga benang merah dan rasa konsistensi agar seragam dengan Persona 3 Reload yang versi Experimental-3 dulu, sekarang aku lagi gencar-gencarnya melakukan riset terapan dengan LoRA (Low-Rank Adaptation). LoRA yang aku pakai ini secara spesifik sudah mendapatkan 'didikan' atau ditraining menggunakan data referensi dari hasil translasi P3R yang lalu.

Kenapa aku repot-repot pake cara ini? Sederhana saja: aku kepengin biar vibe atau atmosfer bahasanya itu kerasa satu universe, nyambung, dan nggak berasa jomplang atau aneh pas nanti kalian mainin kedua game ini secara berurutan. Jadi meskipun prosesnya super berat dan melelahkan, aspek estetika sastra dan rasa bahasanya harus tetep kita jaga di level tertinggi dong ya! Gengsi kan kalau karyanya nanggung cuma gara-gara data kebanyakan wkwk.

Duel Maut: Antara Niat yang Membara dan 'Ini Rampung Nggak Ya?'

Kalau boleh curhat dari hati yang paling dalam nih kawan-kawan, sejujurnya aku sendiri sempat agak gentar pas ngelihat 'gunung' script-nya yang seolah nggak habis-habis pas di-scroll ke bawah. Ada perasaan skeptis yang kadang muncul, mempertanyakan apakah proyek sebesar ini bisa benar-benar rampung tepat waktu sesuai estimasi atau tidak. Masalahnya bukan cuma di nerjemahin saja, tapi ritual packaging dan sinkronisasi file-nya saja sudah menguras energi fisik dan mental yang mungkin setara sama lari sepuluh kilometer setiap hari selama sebulan penuh wkwk.

Tapi nasi sudah menjadi bubur, kapal sudah terlanjur berlayar, ya jadi harus tetap kita gas pol rem blong! Doakan saja ya gaes semoga aku nggak kena anemia, tipes, atau mendadak berubah jadi monster 'Shadow' gara-gara terlalu asyik tiap malem begadang cuma buat ngebenerin tag di game ini. Tetap dukung Karyain dan stay tune terus, karena tiap ada kemajuan sekecil kuman pun pasti bakal langsung aku kabari di grup dan situs kita. Semangat pantang menyerah, kawan-kawan!

Released Archive

Austronesian Showcase

Location
Image
Video